KICKFEST2009\20-22 NOV ’09\SABUGA-BANDUNG

NASIONALISME VIA LOCAL CLOTHING

Kalau Otong “KOIL” dalam “Kenyataan Dalam Dunia Fantasi” berteriak “Nasionalisme di negara ini adalah pertanyaan”, mungkin KICKFEST bisa menjadi salah-satu jawabannya ; Bagaimana anak muda berbondong-bondong memburu local clothing yang adalah karya anak bangsa! Bukankah bangga akan produk negeri adalah bagian dari nasionalisme?

Berbondong-bondong adalah kata yang dianggap mewakili untuk menggambarkan animo pengunjung ketika perhelatan KICKFEST berlangsung. Ketika KICKFEST 2008 dengan tagline “Dare to Dream” diadakan di 3 kota; Makassar, Bandung dan Yogyakarta berhasil meraup total 400.000 pengunjung, dimana Bandung sendiri mencatat ± 250.000 pengunjung selama 3 hari event digelar.

Selanjutnya pada KICKFEST 2009 dengan tagline “Speak Louder” yang baru dilaksanakan di kota Yogyakarta, pengunjung  mencapai  72.000 orang. Tak heran jika kemudian tampak barisan panjang pengunjung yang memadati area pelaksanaan, mulai dari area parkir, antrian tiket hingga kepadatan pengunjung di Hall A, B, C Jogja Expo Center, tampak mengalir dan layak untuk dikategorikan “berbondong-bondong”. Jika kemudian timbul pertanyaan, kenapa pengunjung KICKFEST bisa berbondong-bondong? Tunggu jawabannya di tulisan “KICKFEST, di antara Clothing & Distro Expo Lainnya” yang akan dirilis kemudian.

Animo pengunjung menghadiri KICKFEST juga dibarengi dengan berduyun-duyun (dipakai untuk kata ganti berbondong-bondong, biar gak bosen :p) memenuhi hasrat belanja dengan bertransaksi di 170 booth. Berbagai produk buah kreasi anak negeri laris manis dibeli, baik satuan maupun borongan! Ihwal borongan ini karena tidak sedikit pengunjung yang datang adalah antar kota, antar provinsi, antar pulau hingga antar negara tetangga. Suasana di sekitar tempat acara, layaknya pertokoan saat lebaran akan tiba.

Bisnis Local clothing & Distro (distribution outlet) di tanah air, digulirkan sekitar tahun 90-an saat krisis melanda Indonesia. Adalah sekelompok anak muda di kota Bandung yang berkumpul dan bermain bersama di ruang publik seperti studio musik, galeri, skatepark, yang berupaya untuk “tetap gaya” dengan berkreasi sendiri membuat busana, saat merk-merk import harganya naik beberapa kali lipat. Tujuan awalnya hanyalah “mengakali” untuk kebutuhan nge-band, manggung, bermain skate yang pada era itu sudah kadung lekat dengan merk-merk nagri.

Hingga kemudian lahirlah beberapa label clothing pada mulanya. Lalu siapa sangka pergerakan ini terus bergulir ke berbagai kota.  Sampai dengan saat ini jumlah clothing dan distro diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan KICKFEST menjadi momentum yang tepat untuk menggaungkan pergerakan nasionalisme via local clothing. Karena KICKFEST adalah The Biggest Local Clothing Expo yang mewadahi potensi kreativitas dalam wujud industri clothing dan distro dari berbagai kota di Tanah Air tersebut.

KICKFEST telah berhasil mewadahi merk lokal dan merepresentasikannya dalam perhelatan berkelas. Berkelas disini melingkupi : atmosfir, mekanisme dan regulasi. Di KICKFEST regulasi dan mekanisme bagi clothing yang ikut begitu jelas; mulai dari syarat clothing yang akan ikut serta, hingga saat pelaksanaan. Tidak ada obral produk, yang ada adalah bagaimana label clothing berlomba menjual kreativitas, maka tak aneh jika atmosfir yang terjadi di KICKFEST bukan atmosfir perang obral ala pasar grosir, melainkan pasar interaktif dan apresiatif antara produk dengan konsumen. Hal inilah yang membuat karya anak bangsa terlihat jelas begitu dihargai.

Di KICKFEST antusiasme akan produk dalam negeri nampak jelas menggairahkan. Sebuah bukti geliat Industri kreatif yang digalang oleh anak muda Indonesia mampu berperan signifikan  dan berkembang begitu pesat. Pergerakan ini bukan hanya direspon namun telah memotivasi dan menginspirasi anak muda di berbagai kota serta diapreasi sangat luas oleh pasar yang juga begitu luas.

KICKFEST telah menebarkan kecintaan dan mengokohkan eksistensi produk dalam negeri di negeri sendiri. Sejatinya mengembalikan rasa bangga akan produk negeri sendiri adalah salah satu upaya menumbuh-kembangkan nasionalisme.

Sebagai penutup dari rangkaian KICKFEST 09, akan digelar di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung, selama 3 hari (20-22 November 2009). Semoga bisa menjadi momen kelanjutan yang akan menebar lebih luas virus nasionalisme. Support Local movement! –RYLH—

~ by independentnetworkindonesia on November 11, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: